6/11/13

I told myself not to sleep, cause my dreams are always about you. I told myself to stay awake, but the thoughts in my mind are always about you, too.

I started to hate sleeping since you always come to my dreams. Not that I hate you for coming into my dreams, but I just hate the fact that I have to wake up, and realize that that was just a dream.

You were in my dream last night.

Well, why bother being a dream when you're indeed a dream for me?

6/9/13

"kemariiin... ku lihat awan membentuk wajahmuuu... desau angin meniupkan namamuuu... tubuhku terpakuuu. semalaaam..." sambil memetik gitarnya, dia bernyanyi. tak perduli adiknya meneriakinya. "abaaang!!!! berisik!!!"

aku yang mendengarnya melalui telefon hanya tertawa geli. tertawa karena teriakkan adiknya dan juga suara sumbangnya.

"kok ketawa sih?" protesnya. "gapapa, lucu aja," jawabku. kemudian dia lanjutkan nyanyiannya. tetap tak memperdulikan adiknya dan suara sumbangnya.

suaranya memang tak semerdu Michael Bublé atau selembut Jason Mraz, tapi aku selalu menjadi penggemar nomor satu untuk suaranya. suara yang biasa mengantarku sebelum tidur, suara yang menenangkanku saat aku menangis, suara yang menghiburku dikala jenuh.

pernah suatu kali, saat pesta ulang tahun temanku, ia menyanyi. Separuh Aku milik Noah dibawakannya malam itu. entah aku yang sedang melankolis atau apa, aku menangis. tanpa sepengetahuannya, pasti. aku tidak ingin membuatnya risih dengan kehadiranku saat itu.

suaranya biasa saja, hanya menghanyutkan. menghanyutkan yang tidak universal, mungkin hanya untukku. entah sihir apa yang ada dalam suaranya sehingga bisa begitu menghanyutkanku.

aku selalu senang bisa bicara dengannya, entah melalui telefon atau bicara face-to-face.

ah, semua tulisan ini membuatku ingin berbicara padamu sekarang. sebuah "halo" sudah cukup. aku rindu.



6/7/13

"aku pemerhati, loh" kataku. "aku juga," jawabnya, tidak mau kalah.

aku pemerhati, memang benar.
pemerhati yang tidak tahu darimana matahari terbit, dan terbenam,
tapi tahu betul gerak-gerik senyummu dan apa yang terdapat dibalik itu.

aku pemerhati,
yang tidak peduli langit cerah ataupun mendung,
tapi selalu tahu, apa kamu senang atau sedih.

aku pemerhati,
pemerhati yang tidak pernah memantau,
tapi untuk memantaumu semalaman pun, aku rela.

aku pemerhati,
yang tidak pernah sadar apakah bulan di langit sabit atau purnama,
aku juga penerhati,
yang tidak pernah sadar,
kalau selama ini aku hanya sebatas figuran di hidupmu.
yang tidak pernah lebih dari itu.

kamu pemerhati,
yang suka melihat langit, berkomentar tentangnya,
tapi tidak sekalipun berkomentar apakah aku cantik hari ini.

kamu pemerhati,
yang rajin menghitung bintang di tiap malam,
tapi kamu tidak pernah menghitung berapa kali aku harus merelakanmu yang main datang dan pergi.

kamu pemerhati,
yang rutin memerhatikan berapa derajat cuaca hari ini,
tapi tidak pernah memperhatikanku,
sekalipun.

namun aku tetap menjadi pemerhati,
pemer(hati)mu.

6/5/13

sepi.
aku suka sepi yang kubagi denganmu.
aku suka dimana kita kehabisan kata-kata untuk saling bicara,
tapi tidak rela untuk saling meninggalkan.
sibuk dengan pemikiran masing-masing?
enggak. hanya diam saja.
aku suka dimana kita duduk diam,
enggak tahu mau ngapain.
nyaman rasanya berbagi sepi.

"sepi, ya. coba kamu di sini sekarang"